ads

Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Anis Matta

Pilwalkot Bandung 2013 Resmi Diikuti Delapan Pasang Calon

Gambar sisip 2
Bandung - KPU Kota Bandung menetapkan delapan pasang calon wali kota dan wakil wali Kota Bandung periode 2013-2013. Ketetapan tersebut diputuskan dalam rapat pleno tertutup di Kantor KPU Kota Bandung, Jalan Soekarno Hatta, Selasa (7/5/2013).

Menurut Ketua KPU Kota Bandung Apipudin, penetapan ini diputuskan berdasarkan hasil verifikasi faktual data dari semua tahapan yang telah dilakukan.

"Kami telah melakukan tahapan mulai dari pendaftaran hingga tes kesehatan. Kami juga telah melakukan verifikasai baik terhadap dokumen yang menyangkut individu bakal calon maupun dokumen kelembagaan," ujar Apipudin saat menggelar jumpa pers yang digelar di kantor KPU Kota Bandung.

Berdasarkan rapat pleno yang digelar pagi tadi, pukul 11.00 WIB-12.30 WIB. Memutuskan, delapan bakal calon wali kota dan wakil wali kota Bandung 2013 lolos sebagai peserta di ajang pemilukada Kota Bandung.

Ini dia para petarung yang akan berkompetisi di ajang Pilwalkot 2013 sesuai dengan pendaftaran.

Jalur Independen:
A. Wawan Dewanta-HM Sayogo
B. Wahyudin Karnadinata-Toni Apriliani
C. Budi Setiawan-Rizal Firdaus
D. Bambang Setiadi-Alex Tahsin Ibrahim

Jalur Partai:
E. Edi Siswadi-Erwan Setiawan (Demokrat dan 5 parpol non parlemen)
F. MQ Iswara-Asep Dedi Ruyadi (Golkar dan 15 parpon non parlemen)
G. Ayi Vivananda-Nani Suryani (PDIP dan PAN)
H. Ridwan Kamil-Oded M Danial (PKS dan Gerindra).

Untuk selanjutnya, pasangan calon ini akan mengundi nomor urut yang akan dilakukan Rabu (8/5/2013) besok di Hotel Grand Pasundan. (avi/ern)

Sumber: http://news.detik.com

Assassinasi PKS Dalam Renungan Kisah Yusuf AS (Ayat 7-10)


Tulisan ini bukan untuk menafsirkan surat Yusuf, tapi hanya untuk menunjukkan adanya kemiripan antara yang terjadi pada diri Nabi Yusuf AS dengan yang terjadi pada PKS hari-hari ini. Semoga bisa menambah keyakinan.

Kisah yang Menguatkan Iman
Allah SWT berfirman:
لَقَدْ كَانَ فِي يُوسُفَ وَإِخْوَتِهِ آيَاتٌ لِلسَّائِلِينَ (7)
“Sesungguhnya ada beberapa tanda-tanda kekuasaan Allah pada (kisah) Yusuf dan saudara-saudaranya bagi orang-orang yang bertanya.” [Yusuf: 7].

Melalui mimpi, Nabi Yusuf diberi isyarat akan menjadi seorang nabi dan penguasa besar di Mesir. Ketika Allah berkehendak, pasti kehendak-Nya akan terwujud. Walaupun jalan menuju terwujudnya kehendak tersebut panjang, berliku, dan banyak yang berusaha menghalanginya. Kehendak Allah SWT memaksakan, tidak ada yang menghalanginya. Kehendak Allah SWT tanpa ketentuan, terserah kepada Allah SWT bagaimana cara dan jalan mewujudkan kehendak-Nya.

Bahkan semakin berliku dan penuh kejutan, kisah itu semakin indah. Oleh karena itu, kisah Yusuf AS disebut sebagai (أحسن القصص) “Kisah yang paling baik.”

Hasad Membutakan
Allah SWT berfirman:
إِذْ قَالُوا لَيُوسُفُ وَأَخُوهُ أَحَبُّ إِلَى أَبِينَا مِنَّا وَنَحْنُ عُصْبَةٌ إِنَّ أَبَانَا لَفِي ضَلَالٍ مُبِينٍ (8)
“(Yaitu) ketika mereka berkata: “Sesungguhnya Yusuf dan saudara kandungnya (Bunyamin) lebih dicintai oleh ayah kita daripada kita sendiri, padahal kita (ini) adalah satu golongan (yang kuat).  Sesungguhnya ayah kita adalah dalam kekeliruan yang nyata.” [Yusuf: 8]

Saudara-saudara Yusuf AS dimakan penyakit hati berupa hasad, iri hati. Merasakan bahwa Yusuf AS mendapatkan perhatian yang lebih dari sang ayah, Nabi Ya’qub AS Mereka ingin mendapatkan perhatian seperti Yusuf AS Sebenarnya mudah untuk mendapatkan hal itu. Tinggal meneliti sebab-sebab Yusuf AS mendapatkannya, laku mencontohnya, pasti perhatian yang sama akan mereka dapatkan. Mereka malah berusaha merusak kondisi; berbuat makar terhadap Yusuf AS dan menuduh Nabi Ya’qub AS sesat.

PKS adalah partai yang mendapat simpati masyarakat sangat baik, karena menjaga syiarnya BERSIH, PEDULI, dan PROFESIONAL. Tak mengherankan jika perolehan suara PKS selalu naik setiap pemilunya. Bahkan qiyadah mencanangkan target 3 besar pada pemilu mendatang. Kalau ada partai lain yang menginginkan simpati yang besar dari masyarakat, hendaknya mencari rahasia kesuksesan PKS tersebut. Niscaya masyarakat pun akan menaruh simpati kepada mereka. Bukan malah men-demarketting dan mengatur konspirasi menghancurkannya.

Ketakutan yang Tak Beralasan
Di antara sebab Yusuf AS dimusuhi saudara-saudaranya, mereka mencium gelagat Yusuf AS akan menjadi penerus kenabian sang ayah. Kalau benar-benar demikian, maka mereka akan menjadi pengikutnya. Padahal mereka adalah (عصبة) “kelompok yang kuat, fanatik” sehingga lebih pantas untuk memimpin.
Banyak yang meyakini PKS lambat-laun akan menjadi partai terbesar di negeri ini. Ini tentu mengkhawatirkan berbagai pihak. Kalau mau jujur, kenapa mereka khawatir? Apa yang menakutkan dari PKS? Bukankah agenda-agenda yang diusungnya adalah demi kebaikan negeri ini? Atau sesuatu yang baik bukanlah kebaikan kalau bukan dari mereka?

Yusuf AS yang Menggemaskan
Yusuf AS saat itu hanyalah seorang anak kecil, berbeda dengan saudara-saudaranya yang sudah dewasa. Sangat wajar kalau seorang ayah lebih mencintai dan memperhatikan anaknya yang masih kecil. Kakak-kakak hendaknya memaklumi kalau wajahnya yang masih innocent (tanpa dosa) dan menggemaskan, membuat semua orang meminatinya. Tidak seharusnya seorang kakak yang sudah kehilangan bening wajahnya mencelakakan adiknya lantaran iri. Atau dia ingin adiknya juga berwajah tua dan bopeng penuh luka.

Tentu banyak yang menaruh harapan kepada PKS yang masih muda, dan bisa mempertahankan kebersihannya dari praktek korupsi. Karena kebanyakan partai sudah bopeng dengan praktek korupsi kadernya. Bukannya mereka bersih-bersih dalam rumah mereka, malah melemparkan kotoran ke rumah orang agar dikatakan rumah kotor. Tak ada bedanya dengan rumah mereka.

Si Kecil Harus Dienyahkan
Allah SWT berfirman:
اقْتُلُوا يُوسُفَ أَوِ اطْرَحُوهُ أَرْضًا يَخْلُ لَكُمْ وَجْهُ أَبِيكُمْ وَتَكُونُوا مِنْ بَعْدِهِ قَوْمًا صَالِحِينَ (9)
“Bunuhlah Yusuf atau buanglah dia ke suatu daerah (yang tak dikenal) supaya perhatian ayahmu tertumpah kepadamu saja, dan sesudah itu hendaklah kamu menjadi orang-orang yang baik.” [Yusuf: 9].

Dengan teganya, mereka berkumpul, dan merencanakan cara mengenyahkan si kecil Yusuf AS Tujuan mereka agar perhatian sang ayah tercurah kepada mereka. Bunuh atau buang di tempat jauh. Sadis. Setelah itu, mereka akan menikmati curahan perhatian sang ayah, atau menjadi orang baik-baik.

PKS tidak pernah memusuhi partai lain. Tapi kenapa ada partai yang memusuhinya? Bahkan dengan teganya membunuh karakter pemimpinnya. Ketika para kader bersih dari praktek korupsi, akankah pemimpin yang pastinya lebih baik, akan berbuat dosa besar politik tersebut? Sangatlah jauh Ust. Luthfi dari sekadar dugaan praktek itu. Sungguh menyakitkan, orang yang sangat bersih dituduh sebagai kotor; partai yang memperjuangkan peternak sapi dan mewujudkan swasembada daging dituduh telah menjadi penyebab melonjaknya harga daging di Indonesia menjadi yang termahal di dunia. Lalu tuduhannya, itu semua disebabkan praktek korupsi yang dijalankan untuk membiayai partai. Sadistis.

Sulitnya Mencari Sumber “Angin”
Ketika merencanakan kejahatan kepada Yusuf AS, disebutkan (اقْتُلُوا يُوسُفَ) “Bunuhlah Yusuf” dan (أَوِ اطْرَحُوهُ) “Atau buanglah dia”. Bukan “Ayo kita bunuh Yusuf” dan “Atau ayo kita buang dia”. Ini menunjukkan bahwa ide kejahatan itu berasal dari satu orang dari mereka. Ada aktor intelektual. Yang lain hanya mengikuti dan melakukannya. Aktor itulah yang paling benci kepada Yusuf AS dan paling berkepentingan pergi jauhnya Yusuf AS

Banyak yang kebakaran jenggot ketika beberapa mas’ulin menyatakan kasus ini murni konspirasi. Karena terasa sekali aromanya. Walaupun sangat sulit mencari dan membuktikan siapa otak di belakangnya, sesulit mencari sumber angin ketika tercium bau tak sedap, seperti yang disebutkan Ust. Hidayat Nurwahid.

Berjuang dengan Cara Kotor
Setan membisikkan pada hati saudara-saudara Yusuf AS, “Lakukanlah kejahatan itu. Setelah disayang ayah, jadilah orang yang baik” (وَتَكُونُوا مِنْ بَعْدِهِ قَوْمًا صَالِحِينَ). Godaan yang tidak masuk akal sehat; berbuat kebaikan dengan cara yang jahat. Tapi bagi orang sudah menjadi budak setan, pasti akan diikuti saja. Nabi Adam AS saja bisa lupa ketika dinasihati memakan buah khuldi demi mendapat kemuliaan seperti malaikat [Al-A’raf: 12].

Bagaimana mungkin sebuah partai akan berjuang demi kebaikan negara ini, jika kekuasaannya diraih dengan cara menjahati partai-partai lain. Kekuasaan yang didapatkan pasti akan digunakan untuk melakukan kejahatan yang semakin banyak. Partai seperti ini tidak bisa diharapkan sama sekali kontribusinya untuk Indonesia.

Optimislah, Akan Ada yang Membelamu
Allah SWT berfirman:
قَالَ قَائِلٌ مِنْهُمْ لَا تَقْتُلُوا يُوسُفَ وَأَلْقُوهُ فِي غَيَابَتِ الْجُبِّ يَلْتَقِطْهُ بَعْضُ السَّيَّارَةِ إِنْ كُنْتُمْ فَاعِلِينَ (10)
“Seseorang di antara mereka berkata: Janganlah kamu bunuh Yusuf, tetapi masukkanlah dia ke dasar sumur supaya dia dipungut oleh beberapa orang musafir, jika kamu hendak berbuat.” [Yusuf: 10].

Saat mereka berbulat-tekad akan membunuh Yusuf AS, salah seorang dari mereka mencegah, “Janganlah kamu bunuh Yusuf.” Tapi mata saudara-saudaranya masih merah membara, nafsu membunuh masih menyala-nyala. Oleh karena itu, dia menurunkan tawaran, “Tetapi masukkanlah dia ke dasar sumur supaya dia dipungut oleh beberapa orang musafir.”

Insya Allah, masih banyak orang yang tidak setega itu melakukan konspirasi. Konspirasi dan ketidakadilan yang dialami PKS malah menarik simpati banyak kalangan. Banyak sekali sms dan telepon dukungan diterima saudara-saudara kita di pusat dan daerah. Mereka prihatin dengan kejahatan politik yang sangat menjijikkan ini, sehingga terdorong untuk membela PKS demi kemaslahatan negeri ini.

Semoga kita sabar dan ridha seperti Nabi Yusuf AS dalam menekuni satu-persatu liku-liku jalan dakwah ini. Sehingga kita pun akhirnya sebahagia beliau ketika diberi kemenangan yang mengejutkan dari Allah SWT.

Luthfi Hasan Ishaq (LHI) Mengaku Kenal Ahmad Fathanah

Luthfi Hasan Ishaq

PKS Taktakan  - Pengacara Luthfi Hasan Ishaaq, Zainudin Paru mengatakan kliennya mengaku kenal dengan Ahmad Fathanah ketika sekolah di Pondok Pesantren Gontor dan juga di Arab Saudi.

"Mengenai AF, beliau (Luthfi Hasan) bilang bukan hanya kenal tetapi satu sekolah ketika di Gontor dan Arab Saudi," kata Zainudin kepada Antara di Jakarta, Selasa.

Saat disinggung lebih jauh mengenai keterkaitan Luthfi dengan AF dalam kasus impor daging sapi, Zainudin enggan membeberkannya. Menurut dia, diperlukan waktu untuk membuka mengenai keterkaitan kliennya dengan AF.

"Dari berbagai keterangan Pak Luthfi, tidak bisa serta merta mendapatkan info, butuh waktu kesiapan agar lebih terbuka. Sejauh ini perlu komunikasi," katanya.

Dia mengatakan, kliennya mengaku tidak memiliki kewenangan apapun dalam impor daging sapi. Menurut dia, kewenangan impor itu sudah menjadi kewenangan dari kementerian terkait.

"Lagi pula Pak Luthfi merupakan anggota DPR Komisi I, bukan Komisi IV yang terkait dengan pertanian. Sehingga tidak ada hubungannya dengan kasus impor daging," ujarnya.

Zainudin mengatakan, saat pertemuan dengan kliennya pada Senin (4/2), Luthfi Hasan tidak menyinggung lebih dalam mengenai PT Indoguna Utama. Dia mengatakan, perusahaan itu tidak ada kaitan dengan kliennya.

"Terkait PT Indoguna Utama, Pak Luthfi mengatakan perusahaan itu tidak ada kaitannya dengannya. Kalau importir daging, menurut dia itu kaitannya dengan Kementerian Pertanian," ujarnya.

Dalam kasus dugaan suap impor daging sapi itu, KPK telah menetapkan empat orang tersangka yaitu mantan Presiden PKS yang juga anggota Komisi I DPR Luthfi Hasan Ishaaq, dua direktur PT Indoguna Utama yaitu Juard Effendi dan Arya Abdi Effendi, serta orang dekat Lutfi, Ahmad Fathanah.

Keempat tersangka sudah resmi ditahan KPK di tempat berbeda. Juard Effendi ditahan di Rutan Salemba, Arya Arbi Effendi di Rutan Cipinang, Ahmad Fathanah di Rutan KPK, dan Luthfi Hasan Ishaaq di Rutan KPK Cabang Guntur.


Pemuda Muhammadiyah Dukung Anis Matta Benahi PKS

Anis Matta menjadi Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS)

Jakarta - Terpilihnya Anis Matta menjadi Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mendapat dukungan dari kalangan pemuda Muhammadiyah. Ikatan Pemuda Muhammadiyah menilai Anis cocok membenahi PKS yang saat ini tengah diterpa isu korupsi.

"Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) sangat merasa senang dan bangga kepada PKS dinahkodai oleh presiden baru, yakni Muhammad Anis Matta. Pasalnya, Anis Matta merupakan alumni Ikatan Pelajar Muhammadiyah di Sulawesi Selatan dulu. Anis Matta sangat tepat dan cocok menjadi Presiden PKS pengganti Lutfhi Hasan yang kini tersandung dugaan korupsi," ujar Wasekjen Pimpinan Pusat IPM Dzar Al Banna dalam rilis yang diterima detikcom, Minggu (3/2/2013).

"Kami sejak awal sudah menilai Anis Matta sangat tepat menjadi Presiden PKS, karena dia memiliki semangat muda dan enerjik, apalagi dulu beliau juga alumni Ikatan Pelajar Muhammadiyah," kata Al Banna.

Menurutnya, Anis Matta mempunyai riwayat sebagai anggota Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik PP Muhammadiyah, namun karena kesibukannya sebagai anggota DPR RI menjadikannya jarang aktif di Muhammadiyah.

Al Banna mengatakan Anis sebagai tokoh muda yang memiliki semangat pendobrak dan loyal terhadap partai. Al Banna berharap PKS dan parpol lainnya di Senayan dapat komitmen menyuarakan aspirasi masyarakat luas seperti soal isu Ujian Nasional dan Kurikulum belum selesai.

"Walaupun Muhammadiyah secara struktural tidak ada hubungan dengan partai politik apapun, namun Muhammadiyah selalu mendukung langkah positif kader-kadernya untuk memajukan bangsa," pungkas Mahasiswa Pascasarjana UGM ini.

Sumber: http://news.detik.com/read/2013/02/04/043326/2160027/10/?nd772204topnews

Konspirasi dengan Target PKS Karena Lantang Menentang Impor Daging

HP Dhito, staf ahli Habib Nabiel Almusawa yang disadap. (ist)
 Habieb Nabiel Al-Musawa yang merupakan Ketua Kelompok Komisi (Kapoksi) IV Fraksi PKS, menegaskan bahwa fitnah suap terhadap anggota DPR fraksi PKS merupakan skenario besar yang dirancang untuk mendeskreditkan PKS.

Dia menyatakan bersama teman-teman se-fraksi PKS di komisi pertanian sudah menolak keras tambahan kuota impor daging untuk tahun 2013, hal tersebut juga saya tegaskan saat raker dengan Kementerian Pertanian. Ia bahkan meminta surat ancaman dari importir ke Dirjen Peternakan dilaporkan ke Kepolisian.

Bahkan Menteri Pertanian (Mentan) Suswono pun juga sudah mengatakan pihaknya tidak pernah memberikan rekomendasi penambahan kuota impor daging tahun 2013. Ia mengaku sudah mengirimkan surat ke Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Hatta Rajasa untuk tidak lagi impor.

Legislator asal dapil kalsel ini menengarai penangkapan Luthfi Hasan Ishaq (LHI) di kantor DPP PKS merupakan konspirasi yang memiliki banyak kejanggalan. Bahkan tidak menutup kemungkinan ada campur tangan asing dari negara-negara pengekspor daging yang merasa dirugikan dengan kebijakan impor tersebut. Skenario dirancang untuk menekan dan memperburuk citra PKS dimata publik. Diduga karena PKS lantang menentang impor daging.

“Bisa jadi memang kader-kader PKS dijadikan target, karena selama ini tidak ada satupun kadernya yang terjerat kasus korupsi. Bukan tanpa alasan saya mengatakan hal tersebut, karena handpone staf ahli saya akh Dhito yang membidangi ekonomi dan anggaran, beberapa waktu lalu disadap oleh orang tak dikenal” ujar Habib Nabiel.
HP saat ini masih digunakan. (ist)
 
Ia juga mengindikasikan bisa saja kasus ini ditunggangi oleh konspirasi kepentingan politik jelang pemilu. “Diungkap saja dua alat bukti dimaksud, sehingga masyarakat tidak bertanya-tanya. Kok sepertinya PKS jadi target nih,” tuturnya.

KPK harus cepat menuntaskan kasus ini agar masyarakat bisa melihat secara terang-benderang. Jangan sampai kasus ini berlarut-larut padahal belum jelas apakah LHI bersalah atau tidak, tapi PKS sudah diadili oleh opini publik yang terbentuk. Seperti kasus Misbhakun yang akhirnya dibebaskan oleh Mahkamah Agung setelah menjalani masa tahanan dua tahun”, tutup Habib Nabiel. (ist)

Badai "SAPI" Bukan Kiamat Bagi PKS


Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera bidang Kebijakan Publik Hidayat Nur Wahid, menegaskan musibah yang terjadi pada partainya merupakan cobaan yang membuat semakin kokoh dan bersih sebagai partai Islam ke depannya.

"Saat ada musibah seperti ini, kami justru dapat dukungan dari berbagai pihak. Ini belum kiamat bagi PKS, justru kader kami akan kembali pada fitrah dan kebenaran yang sesungguhnya," kata Hidayat di Jakarta, Sabtu 2 Februari 2013.

Menurut manusia bisa salah dan tentunya itu harus diperbaiki. Oleh karena itu, PKS akan menggelar agenda pertaubatan nasional. "Kegiatan ini untuk melanjutkan pembenahan ke dalam," imbuhnya.

Lebih lanjut, Hidayat mengatakan PKS bukanlah partai yang anti KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi). Namun, ia mengajak semua pihak untuk memahami asas praduga tak bersalah. "Jadi kita tunggu pengadilan bekerja, PKS tidak anti KPK. Bahkan, ketika saya menjadi ketua fraksi, kami koreksi pimpinan lewat revisi UU KPK. Jadi posisi PKS tetap hormati KPK," ujarnya.

Koalisi

Dia menambahkan partainya belum membicarakan wacana akan keluar dari koalisi. Menurutnya, aneh jika PKS keluar dari koalisi hanya karena Luthfi Hasan Ishaaq, mantan Presiden PKS, ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap impor daging sapi.

"Akan jadi aneh kami jika kami keluar dari Setgab setelah peristiwa kemarin. Jadi, kami akan cermati satu atau dua minggu ke depan," katanya.

Saat ditanya soal suara di akar rumput yang menginginkan agar PKS keluar dari koalisi pasca Luthfi Hasan menjadi tersangka, Hidayat mengatakan, aspirasi itu boleh-boleh saja. Namun, ia menegaskan, suara kader PKS yang menginginkan agar PKS terus berada di dalam koalisi jauh lebih besar.

"Itu hanya suara aspirasi yang emosional. Justru banyak suara kader yang ingin tetap koalisi," ujar mantan Presiden PKS ini. (eh)

Sumber: http://politik.news.viva.co.id/news/read/387261-badai--sapi--bukan-kiamat-bagi-pks

Jadi Presiden PKS, Anis Matta Mundur Dari DPR RI


Jakarta - M Anis Matta resmi menjabat Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Menghindari konflik kepentingan karena posisinya sebagai Wakil Ketua DPR, Anis Matta pun menyatakan mundur sebagai anggota DPR RI, sekaligus Wakil Ketua DPR RI. Anis mengaku ingin berkonsentrasi penuh sebagai Presiden PKS dengan sejumlah tugas berat yang menantinya.

Menurut Anis, Ia menyadari tugas yang akan diembannya begitu besar. Anis mengaku tidak ingin dalam proses pelaksanaan tugas tersebut terganggu dengan hal-hal lain, yang bisa mengganggu tercapai target.

“Dalam kesempatan ini saya ingin mengumumkan pengunduran diri saya sebagai anggota DPR sekaligus Wakil Ketua DPR RI," tegas Anis.

Anis menyampaikan hal itu dalam orasi politiknya sebagai Presiden PKS yang baru di Kantor DPP PKS, Jalan TB Simatupang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jumat (1/2/2013). Pernyataan pengunduran diri itu pun disambut teriakan takbir dari jajaran pengurus, kader dan simpatisan PKS yang hadir.

Pengunduran diri Anis memang sudah menjadi tradisi di PKS. Apabila Presiden PKS atau pimpinan PKS lainnya memegang jabatan publik, maka posisinya di partai harus dilepas. Demikian sebaliknya, seorang pejabat publik apabila terpilih menjadi pimpinan PKS harus mengudurkan diri dari jabatan publik yang diembannya. Melalui pengunduruan diri tersebut, Anis pun ingin menjaga tradisi di tubuh PKS.



Sumber: http://www.pks.or.id/content/jadi-presiden-pks-anis-matta-mundur-dari-dpr-ri

Pidato Perdana Presiden PKS, Anis Matta



Bismillahirrahmanirrahim, alhamdulillahi robbil 'alamin wabihi nasta'in wa 'ala umuriddunya waddin, wahayyikum jami'an bitahiyyatin islam bil kholidah. Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Para pimpinan PKS yang hadir pada siang hari ini, khususnya yang saya hormati, yang saya cintai, KH.Hilmi Aminuddin sebagai ketua Majelis Syuro. Saya pertama kali mengucapkan penghargaan sedalam-dalamnya kepada Ketua Majelis Syuro yang telah mengambil keputusan yang sangat kilat dan sangat cepat merespon usulan dan permohonan pengunduran diri Presiden kita semuanya yaitu Luthfi Hasan Ishaaq.

Saya juga ingin mengucapkan penghargaan yang sedalam-dalamnya kepada saudaraku, Luthfi Hasan Ishaaq. Kalau dia menonton acara ini, saya ingin mengatakan padanya, saya mencintainya. Dan seluruh pengurus, seluruh pemimpin PKS, seluruh kader PKS mencintai beliau. Kita juga percaya pada integritas beliau. Kita sepenuhnya tsiqoh. Tetapi yang dihadapi oleh PKS hari ini adalah sebuah konspirasi besar yang bertujuan ingin menghancurkan partai ini.

Dan menurut saya, peristiwa besar ini insya Allah akan menjadi hentakan sejarah yang akan membangunkan macan tidur PKS. Saya yakin Allah SWT mengirimkan sebuah isyarat besar kepada kita semuanya bahwa ini adalah momentum pembenahan diri sekaligus momentum kebangkitan PKS.

Rekan-rekan sekalian, tentu saja ini adalah tugas besar yang harus saya emban bersama seluruh pengurus PKS. Saya tahu ini bukan hari-hari yang mudah yang akan kita lalui. Tapi kita pasti bisa melaluinya, insya Allah. Kita pasti bisa melalui hari-hari sulit ini, asalkan kita mengetahui tiga syarat utama untuk melaluinya. Dan syarat utama untuk melalui hari-hari yang sulit ini ada 3.
Yang pertama adalah memohon pertolongan kepada Allah SWT. "Allahumma iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'in, Allahumma iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'in, Allahumma iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'in, Allahumma iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'in, Allahumma iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'in, Allahumma iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'in, Allahumma iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'in".

Syarat yang kedua ikhwah sekalian, adalah kebersamaan kita semuanya. Ukhuwah, persaudaraan, soliditas, itu yang harus kita jaga. Karena Allah SWT mengatakan "Huwalladzi ayyadaka binashrihi wabil mu'minin. Dialah Allah yang menguatkanmu dengan pertolongan-Nya dan dengan orang-orang yang beriman". Kita pasti bisa melalui ini kalau kita saling bergandengan tangan. Kalau kita saling bersatu, kalau kita menyatukan diri kita semuanya atas nama cinta kepada Allah SWT dan cinta kepada negeri kita, Indonesia.

Yang ketiga ikhwah sekalian saudara-saudaraku semuanya, syarat ketiga adalah kerja keras. Hari ini, saya ingin mengatakan kepada antum semuanya, kepada saudara semuanya, dan juga kepada seluruh kader-kader PKS yang menonton acara ini, saya ingin mengatakan kepda antum semuanya hari ini berlaku ayat Allah SWT "Tatajafa junubuhum 'anil madhoji', Lambung mereka tidak bersahabat dengan tempat tidur". Tidak ada lagi waktu tidur sejak hari ini, saudara-saudara sekalian. Kita akan memulai hari ini, insya Allah, sebagai momentum kebangkitan kita semuanya.

Ikhwah sekalian, misi utama kita dalam periode permulaan kebangkitan ini adalah mengubah cobaan dan musibah ini menjadi rahmat dan karunia. Dan insya Allah kita pasti bisa memulainya, kita pasti bisa melakukannya. Karena pada permulaan kita mendirikan partai ini, kita juga tahu bahwa jumlah kita sedikit, tenaga kita sedikit, orang-orang kita sedikit. Tetapi melalui kerja keras, Alhamdulillah, Allah SWT memberikan kesempatan pada partai ini untuk tumbuh dan terus-menerus berkembang.

Dan itu sebabnya, saya juga percaya bahwa insya Allah dengan pertolongan Allah dan dengan kebersamaan kita, tidak ada satupun kekuatan di negeri ini dan dunia ini yang bisa menghancurkan gerakan ini, insya Allah. Tidak akan ada, insya Allah.

Ikhwan sekalian, saya tidak ingin antum semua memahami disini bahwa kita semuanya adalah ingin melawan gerakan pemberantasan korupsi, sama sekali tidak. Itu adalah agenda kita semuanya. Agenda Islam dan juga agenda nasional. Yang akan kita lawan adalah penggunaan otoritas dalam pemberantasan korupsi itu yang bersifat tirani. Itu yang akan kita lawan.

Pemberantasan korupsi adalah agenda kita bersama, sekali lagi itu adalah agenda kita bersama. Tapi ulama-ulama fiqih mengatakan "Alhaqqu wastikhdamul haqq syai'ani yakhdalifa, Hak dan cara menggunakan hak adalah dua hal yang berbeda. Saya ulangi kembali, Hak dan cara menggunakan hak adalah dua hal yang berbeda".

Cara menggunakan hak berhubungan langsung dengan hati. Karena itu Rasulullah SAW mengatakan "Istafti qolbak, Mintalah fatwa ke dalam hatimu, Mintalah fatwa ke dalam hatimu." Karena, motif itu yang akan menentukan cara kita menggunakan hak. Dan motif tirani inilah yang ingin kita lawan, Insya Allah. Motif tirani dalam cara menggunakan hak inilah insya Allah yang akan kita lawan.

Seperti ikhwah sekalian, seperti yang saya katakan tadi, kalau kita ingin memulai perubahan yang hakiki, kita musti memulai dari diri kita sendiri. Kita pasti sebagai manusia biasa melakukan banyak sekali kesalahan. Terutama kami, saya secara pribadi, dan semua pimpinan PKS pasti menyadari bahwa kita sebagai manusia biasa pasti melakukan kesalahan.

Dan karena itu ikhwah sekalian, saya ingin akan mengumumkan juga pada kesempatan ini. Agenda pertama kita dalam melakukan perubahan yang hakiki ini adalah melakukan pertaubatan Nasional bagi seluruh pengurus dan kader-kader PKS. Kita akan memulai dari istighfar, kita akan memulai dari taubat.

Sebagaimana ucapan pertama yang kita ucapkan begitu kita selesai melakukan shalat. Apa yang kita ucapkan setelah kita selesai melakukan shalat? Astaghfirullah. Kita tentu sudah beramal. Tapi banyak kekurangan-kekurangan sepanjang amal-amal itu yang menyertai amal-amal kita. Dan istighfar ini insya Allah bukan hanya akan menghapus dosa-dosa, tetapi juga insya Allah akan menyempurnakan kerja-kerja kita ke depan.

Ikhwan sekalian, tapi Insya Allah kita setelah kita membenahi diri sendiri, membenahi diri kita semuanya, membenahi pikiran, membenahi hati, membenahi perilaku, dan membenahi seluruh sistem dalam organisasi kita ini, insya Allah kita akan melangkah lebih jauh lagi untuk melakukan pembenahan dan perbaikan pada negara. Dan karena itu, ikhwah sekalian, kita hanya bisa melakukan perbaikan pada skala negara itu kalau insya Allah kita memulainya dengan cara benar. Minhuna nabda, dari sinilah kita akan memulai insya Allah.

Kemarin kita menyaksikan saudara kita, Presiden kita, Luthfi Hasan Ishaaq, dikeluarkan dari ruangan ini dibawa ke tahanan. Dan Insya Allah, dari ruangan ini pula lah insya Allah kita akan memulai kerja besar baru untuk membenahi diri kita dan sekaligus membenahi negara kita semuanya. Dan saya yakin Insya Allah kita bisa, saya yakin Insya Allah kita bisa.

Saudara-saudara sekalian, mudah-mudahan Insya Allah, dengan kekuatan yang kita miliki insya Allah kita akan melampaui hari-hari yang sulit ini. Dan kita semuanya pasti akan berdoa agar Allah SWT meletakkan berkah di balik cobaan yang menimpa kita ini semuanya. Dan sekali lagi insya Allah, setelah acara ini, kita akan mulai melakukan langkah pertama nanti insya Allah, kita akan merancang satu acara untuk melakukan pertaubatan nasional bagi seluruh pimpinan dan juga bagi seluruh kader-kader PKS.

Selanjutnya, karena saya sadar bahwa saya akan melakukan tugas yang sangat besar, saya tidak ingin dalam proses pelaksanaan tugas ini terganggu dengan hal-hal lain yang bisa membuat tujuan ini tidak bisa tercapai. Oleh karena itu pada kesempatn ini juga, saya ingin mengumumkan pengunduran diri saya dari jabatan Wakil Ketua DPR RI dan juga mengundurkan diri dari keanggotaan saya di DPR RI.

Saya sudah memulai dan Insya Allah antum semua juga berjalan bersama-sama dengan kita insya Allah membawa kafilah perubahan yang hakiki di negeri ini, insya Allah. Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.


Sumber: http://www.pks.or.id/content/pidato-perdana-presiden-pks-anis-matta

Keterangan Resmi Presiden PKS, Luthfi Hasan Ishaaq Terkait Isu Penyuapan



Assalamu'alaykum Warahmatullah Wabarakatuh

Pertama kami mengapresiasi kinerja KPK dalam melakukan pemberantasan korupsi. Kita berharap pemberantasan korupsi di Indonesia terus berjalan dengan baik sesuai dengan aturan undang-undang yang sudah ada.

Yang kedua, saya agak terkejut tadi mendapatkan berita dari kawan-kawan bahwa di KPK, ada pernyataan resmi tentang nama LHI sebagai salah satu yang diindikasikan terlibat kasus penyuapan.

Saya tidak tahu yang dimaksudkan siapa, tetapi memang nama saya adalah Luthfi Hasan Ishaaq yang biasa orang menyebutnya LHI.

Seandainya yang dimaksudkan adalah saya, maka saya sebagai warga negara Indonesia sudah tentu akan taat kepada proses hukum yang ada.

Tetapi, andai isu penyuapan itu benar, sudah barang tentu, saya tidak akan menerimanya. Tidak saya, tidak partai saya, tidak juga kader-kader Partai Keadilan Sejahtera.

Untuk itu, kepada seluruh jajaran, kader dan seluruh pengurus partai, Saya berharap para kader tetap menahan diri, terus berdoa, dan menyerahkan semua urusan pada Allah SWT, dan terus berjuang agar negeri kita ini bebas dari korupsi. Karena tindakan itu merugikan negara dan menyengsarakan rakyat, dan pemberantasan korupsi itu sudah menjadi komitmen PKS.

Biasanya menjelang pemilu, kita selalu mengucapkan kalimat "Hasbunallah wani'mal wakil, ni'mal maula wani'man nashir".

Demikian saya sampaikan keterangan ini, terima kasih.

Wassalamu'alaykum Warahmatullah Wabarakatuh


Sumber: http://www.pks.or.id/content/keterangan-resmi-presiden-pks-luthfi-hasan-ishaaq-terkait-isu-penyuapan

Prof. Jimly Asshiddiqie Kuatir Keberanian KPK Didasari Atas Kebodohan

Jimly Asshiddiqie

Hukum adalah alat mencari keadilan. Jadi hukum bukan untuk hukum. Karena itu jangan terpaku hanya pada prosedur, teknis, administrasi. 

"Penegak hukum harus melihat konteks yang lebih besar. Bahwa hukum alat membangun keadilan dan kebenaran. Jadi bukan hukum untuk hukum," ujar mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Jimly Asshiddiqie kepada Rakyat Merdeka Online (Kamis, 31/). 
 
Jimly menanggapi penetapan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq sebagai tersangka kasus suap impor daging sapi.  
 
"Makanya saya selalu mengatakan penegak hukum itu harus bertangan dingin, berhati dingin, berkepala dingin, dan berdarah dingin. Tidak boleh tangan panas, tidak boleh berhati panas," ungkapnya. 
 
Tak hanya itu, penegak hukum juga tidak boleh ingin menunjukkan keberanian. Karena keberanian itu adalah ciri orang berdarah panas. Bahkan, katanya, penegak hukum tidak boleh pemberani. Pemberani itu tidak relevan untuk penegak keadilan.  
 
"Sangat berbahaya kalau pedang keadilan diserahkan kepada orang yang berani. Yang kita perlukan bukan pemberani. Sebab pemberani itu bisa berani karena bodoh, bisa berani tapi pintar. Tapi sepintar-sepintar orang kalau dia sedang berani sering emosional. Jadi menegakkan hukum tidak perlu berani dan tidak perlu menunjukkan sikap pemberani," ungkapnya. 
 
Jimly sendiri melihat proses hukum yang dialami oleh Lutfhi sangat cepat. Setelah proses tangkap tangan terhadap tiga orang Selasa malam, pada Rabu malamnya, Luthfi langsung dijadikan tersangka. Dan malam itu juga dijemput oleh penyidik KPK.  
 
Karena itu, dia kuatir keberanian KPK ini karena didasari atas kebodohan. Kalau sampai pedang keadilan diserahkan kepada orang bodoh, menurutnya itu sangat bahaya.  
 
"Jangan sampai begitu. Menegakkan keadilan itu kan sebagian juga seni. (Lutfhi) belum diperiksa kok dijadikan sebagai tersangka. Bok ditunggu seminggu kalau memang ada alat bukti. Ini kan soal kecerdikan. Jadi ini penegak hukumnya agak bodoh. Bisa karena bodoh, bisa karena goblok. Ini bukan soal salah benar. Ini soal seni. Dia tidak berseni," tandasnya.

Sebelumnya Jimly menjelaskan, agar orang tidak curiga, KPK harus menungkapkan dua alat bukti mengenai keterlibatan Lutfhfi.  Jadi kalau misalnya, tidak diungkapkan dua alat bukti yang dianggap cukup itu orang jadi heran. Kok tiba-tiba begitu cepat prosesnya," ujar Jimly. [zul]

Sumber: http://www.rmol.co/read/2013/01/31/96477/Prof.-Jimly-Asshiddiqie-Kuatir-Keberanian-KPK-Didasari-Atas-Kebodohan-

Analisa Pengamat PKS Bakal Hancur Lebur Bisa Meleset Total

AS Hikam (Pengamat politik senior)

 Jakarta - PKS bisa mengubah kekacauan menjadi keuntungan jika mengganti pimpinan yang lebih baik setelah Presidennya, Luthfi Hasan Ishaq (LHI), jadi tersangka kasus suap impor daging sapi.

Hal itu dikatakan pengamat politik senior AS Hikam menanggapi pengunduran diri LHI dan rencana PKS mencari presiden baru yang bakal diumumkan hari ini (Jumat, 1/2).

Karena itu menurutnya, manajemen kontrol kerusakan (damage control management) PKS patut diacungi jempol dan ditiru oleh partai lain.  Berbeda dengan parpol lain yang jika pimpinannya tersandung masalah lalu malah "mbulet," PKS langsung bertindak cepat: melakukan bersih-bersih.

"Ini karena budaya politik PKS mengutamakan kepentingan organisasi ketimbang figur, memikirkan jangka panjang ketimbang jangka pendek," ungkapnya.

Kader selevel LHI tampaknya juga tak sulit dicari di PKS dan tidak ada kendala-kendala seprtti hubungan keluarga, darah biru, dan tetek bengek lain seperti yang dikenal di parpol lain.

Karena itu, sambungnya, jika Presiden PKS yang baru tampil dengan citra dan kinerja bersih, maka doomsday scenario (doomsday scenario) yang disampaikan para pengamat tentang elektabilitas PKS di Pemilu 2014 akan meleset total.[zul]

Sumber: Zulhidayat Siregar/http://www.rmol.co/read/2013/02/01/96562/Analisa-Pengamat-PKS-Bakal-Hancur-Lebur-Bisa-Salah-Total-

‘Operasi Intelijen’ untuk PKS: Dari Penjatuhan Citra Hingga Perangkap Daging Impor


JAKARTA - Tiga bulan sebelum Letjen TNI (Purn) ZA Maulani meninggal dunia pada 2007, Kepala BIN (BAKIN) di era Presiden Habibie ini memberi informasi dan catatan penting dalam sebuah pertemuan.
Kepada yang hadir Maulani mengungkap bahwa intelijen asing yang berkomplot dengan pihak internal (dalam negeri) tengah intens “menggarap” ormas/partai Islam tertentu yang dianggap radikal atau dinilai memiliki pengaruh besar dan diprediksi menjadi partai masa depan.

“Operasi intelijen” ini, menurut Maulani, bertujuan untuk melemahkan ormas/partai Islam tertentu. Ada tiga ormas Islam yang dibidik kala itu dan satu partai Islam yang dinilai ke depannya memiliki pengaruh besar sebagai kekuatan politik Islam alternatif, jika tak segera dikebiri.

Menurut Maulani yang juga sangat dibenci Amerika, partai Islam yang dia maksud menjadi perhatian AS dan sekutunya. Rupanya Barat sangat khawatir dengan perkembangan partai yang pernah disebut fenomenal ini. Karena itu, bagaimana caranya agar partai ini dilemahkan, dibonsai dan dikerdilkan.

Menurut Maulani kala itu, ada tiga modus yang bertujuan melemahkan kekuatan ormas/partasi Islam tersebut. Pertama, membikin konflik internal yang target akhirnya menjadi pecah belah. Kedua, membuat citra/imej ormas/partai Islam tersebut menjadi buruk di mata publik. Ketiga, mengarahkan oknum pengurus/petingginya menjadi tergoda dengan dunia.

Maulani menjelaskan, sesungguhnya tak ada ormas/lembaga/partai Islam yang steril—khususnya yang dianggap radikal. Umumnya disusupi. Penyusupan ini tentu untuk lebih memudahkan pelemahan ormas/partai Islam yang dimaksud.

Modus pertama, membuat konflik di internal ormas Islam tertentu. Setidaknya ada 3 ormas Islam—setelah 2007—yang dengan tajam dilanda konflik internal. Satu ormas Islam akhirnya harus merelakan sejumlah pengurus dan anggotanya bedol desa alias keluar dari organisasi. Sedang ormas Islam lainnya pecah dan pecahannya melahirkan organisasi baru.

Modus kedua, membuat ormas Islam satunya lagi menjadi bulan-bulanan yang terus dicitrakan buruk. Sementara terhadap partai islam yang dibidik, “operasi intelijen” agak sulit membuat konflik atau menciptakan imej buruk. Pertama, partai  ini dinilai solid, tidak mudah mengacak-acaknya. Kedua, partai yang dimaksud selama ini pertahanannya cukup kuat, segenap pengurus dan kadernya sangat menjaga citra baiknya di hadapan publik.

Walhasil, dari sisi mengarahkan partai ini ke dalam konflik internal dan merusak imejnya  tak semudah mengacak-acak dua ormas Islam seperti tersebut di atas. Karenanya, modus ketiga, mengarahkan oknum pengurus tertentu  dalam partai Islam ini untuk “silau” dengan dunia dengan cara memberi proyek, misalnya, ternyata cukup jitu.

“Operasi” ini meyakinkan bahwa pasti orang punya kebutuhan dalam hidup. Orang-orang yang lemah dan lebih cenderung pada dunia akan lebih mudah untuk dirasuki—disadari atau tidak—akhirnya berada dalam kubangan pragmatisme. Jalan “operasi” seperti ini dengan mudahnya dilakukan oleh musuh-musuh Islam.


 Oknum atau orang-orang tertentu yang di hati dan jiwanya memiliki penyakit yang disebut dalam hadits Nabi sebagai “al-wahn”—cinta dunia benci mati—ternyata bukan saja menggiring pelakunya menjadi mabuk dunia, tetapi bahkan bisa membuat imej buruk dan distrust (hilangnya kepercayaan) publik secara bertahap terhadap partai dan petingginya—yang ujung-ujungnya melahirkan konflik.

Benar, akhirnya partai ini pun tak lepas dari konflik internal. Ada yang dipecat, ada yang mundur. Ada yang tak terima dipecat sehingga menuntut dan berujung ke pengadilan. Dua kubu berseteru, baik secara langsung maupun lewat SMS dan bahkan via media sosial.

Akhirnya partai yang selama ini dianggap solid, tak mudah  dipecah belah, jebol juga pertahanannya.
Selesaikah “operasi” ini? Belum. Meski dalam sejumlah survei dinyatakan suara partai ini anjlok, lantaran berkurangnya kepercayaan, namun kelompok Islamfobia yang turut cawe-cawe dalam  “proyek” ini masih belum puas.

Ocehan-ocehan 1 atau  2 petingginya yang dinilai tak mencerminkan Islam makin menambah deret banyak pihak, kader atau simpatisan, yang angkat kaki dari partai ini.

Kini, dengan kasus terbaru yang menimpa Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini, masih belum puas juakah “operasi intelijen” yang  telah “berhasil” membuat hasil survei memelorotkan suaranya?
Nyatanya “operasi” ini tak berhenti  sampai di sini. Bahwa orang-orang partai ini tak jua tersentuh korupsi, agaknya mengundang rasa penasaran. Selama cap koruptor belum menempel pada partai ini sebagaimana partai lainnya, “operasi” ini dianggap belum sempurna.

“Operasi” ini harus “menggarap” orang-orang tertentu dalam partai dan yang terkait dengan partai untuk dipancing. Hanya orang-orang atau figur yang memiliki potensi  dan kecenderungan hubbud dun-ya wakarahiyatul maut (cinta dunia benci mati) yang bisa digoda dengan dunia dan isinya. Tak tanggung-tanggung, orang kedua di partai ini, yakni presidennya, terjerembab dalam tudingan suap izin quota daging sapi impor.

Umumnya para petinggi dan pengurus serta kader-kader partai ini baik, lurus, dengan ghirah dan gairah Islam yang tinggi, tetapi segelintir orang telah membuat partai dakwah ini menjadi terpuruk tanpa ada sanksi terhadap mereka.

Inilah yang dijadikan bibit dan bahan “operasi” berikutnya. Sudah lama perangkap dan jebakan dipasang. Tapi rupanya selama ini belum bisa “dieksekusi” untuk memerangkapnya. Padahal vokalitas dan kritik tajam yang dianggap tak sejalan dengan yang namanya Setgab Koalisi kian menyebabkan partai ini harus segera dibonsai.

Lalu, sejumlah kasus yang menimpa beberapa pesohor dan petinggi negeri ini, dari Century, Hambalang, BLBI, dan lainnya, terakhir kasus manipulasi pajak keluarga SBY yang diungkap pertama kali oleh The Jakarta Post, Rabu (30/1/2013), memaksa kasus suap daging sapi impor yang sudah lama disiapkan untuk dimunculkan, sebagaimana dikatakan Prof Dr Tjipta Lesmana.


Menurut pengamat politik ini, kasus suap daging impor ini disinyalir untuk menutupi sederet kasus yang tadi disebutkan—terutama kasus terakhir: manipulasi pajak keluarga SBY.

Hanya, memang, entah lantaran digarap terburu-buru karena mengejar waktu atau seperti dikatakan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Prof Dr Jimly Ash-Shiddiqie adanya faktor kebodohan (rakyat merdeka online, 31/1/2013), proses penetapan tersangka hingga penangkapan dan penahanannya pun tampak janggal di mata publik.

Jimly khawatir keberanian KPK ini karena didasari atas kebodohan. Kalau sampai pedang keadilan diserahkan kepada orang bodoh, menurutnya, itu sangat berbahaya.

“Jangan sampai begitu. Menegakkan keadilan itu kan sebagian juga seni. (Luthfi) belum diperiksa kok dijadikan sebagai tersangka. Mbok ditunggu seminggu kalau memang ada alat bukti. Ini kan soal kecerdikan. Jadi ini penegak hukumnya agak bodoh. Bisa karena bodoh, bisa karena goblok…,” tandasnya.

Ya, seperti disebut tadi, entah karena diburu waktu yang mengharuskan skenarionya seperti itu atau faktor kebodohan seperti dikatakan Prof Jimly, yang terang ada beberapa hal yang janggal.

Pertama, KPK mengaku sebelumnya sudah mendapat informasi bahwa akan ada transaski (suap) pada Selasa (29/1/2013) siang di kantor PT Indoguna Utama.

Pertanyaannya, kenapa kemudian KPK tidak menangkap langsung saat transaksi suap terjadi? Bukankah ini lebih meyakinkan? KPK malah melakukan penangkapan pada malam hari di saat penerima suap (AF) tengah berada di sebuah hotel bersama seorang wanita yang belakangan diketahui mahasiswi sebuah perguruan tinggi swasta.

Kedua, ada penilaian publik, bahwa skenario yang mengandung unsur cewek cantiknya dalam “operasi” ini harus dimunculkan.  Andai KPK menangkap saat transaksi suap berlangsung, maka dipastikan tak ada berita AF ditangkap saat berdua dengan seorang wanita cantik di dalam kamar hotel dengan busana minim.

Beberapa satsiun televisi berulang-ulang memutar dan memberitakan soal perempuan cantik ini. Bisakah kita menepis dugaan bahwa unsur perempuan cantik ini dalam rangka makin mendramatisir beginilah partai Islam!

Citranya makin hancur. Ada pesan yang ingin diblowup dalam episode di bagian cerita ini, yakni: lha, partai dakwah, sudah kena kasus suap, eh malah ada unsur ceweknya pula. Imej tentu kian buruk. Itu pesan khususnya.

Jadi, kembali pada pertanyaan, mengapa ditangkapnya harus di hotel, bukan pada saat transaksi suap berlangsung, sebagaimana dilakukan KPK selama ini (tertangkap tangan)?

Ketiga, ini juga jadi pertanyaan banyak pihak, Luthfi Hasan tidak tertangkap tangan, tapi kenapa langsung dijadikan tersangka? Yang sudah-sudah langsung jadi tersangka saat tertangkap tangan memberi dan menerima suap, sementara Luthfi Hasan tidak ada saat transaksi suap terjadi.

Keempat, siapa sebenarnya AF penerima suap dari pimpinan perusahaan pengimpor daging sapi itu? AF disebut-sebut kurir dan orang dekatnya Luthfi.  Tentu agak risih mendengar partai Islam kok kadernya mau disuguhi cewek yang kini disebut sebagai gratifikasi seks?

Namun Hidayat Nur Wahid menyebut AF bukan anggota atau kader PKS. Mantan Presiden PKS ini juga menyebut ada konspirasi terhadap PKS. Lantas, siapa yang menskenariokan AF dekat dan sebagai orang kepercayaan Luthfi? Sejak kapan penggarapan ini berlangsung?

Dan sepertinya “operasi intelijen” sebagaimana diinformasikan Alm ZA Maulani itu sejak 2007 sampai sekarang “berhasil” melemahkan, membonsai dan mengerdilkan partai ini, sehingga urung menjadi partai Islam yang memiliki pengaruh dan harapan umat, setidaknya untuk saat ini, wallahu a’lam ke depannya.

Namun seburuk apapun partai ini, ia pernah menjadi harapan banyak umat Islam. Ia pernah menjadi alternatif dalam politik keumatan di tengah penilaian bobroknya partai-partai sebelumnya.


 Maka, badai pahit yang tengah melanda partai ini sudah seharusnya dijadikan pelajaran, introspeksi dan evaluasi untuk perjalanan ke depan yang lebih baik.

Mampukah partai ini mengembalikan trust publik seperti sebelumnya? Tentu, itu kembali pada pengelola partai ini, sejauh mana komitmen ke-Islam-an itu merasuki jiwa dan relung-relung mereka dan menjadikannya sebagai benteng kehidupan yang menghantarkan para kader dan simpatisannya ke dalam gerbang Indonesia yang lebih luas.

Dan, sejauh mana pula keberpihakan pada umat dan bangsa mayoritas Muslim ini sungguh-sungguh dirasakan, dan akhirnya dengan Visi Islamnya memiliki komitmen menegakkan Islam dan memperjuangkan Islam sebagai sistem dalam kehidupan bernegara, pemerintahan, bermasyarakat, meninggalkan sistem kufur!

Sumber: (isa/salam-online) http://salam-online.com/2013/02/operasi-intelijen-untuk-pks-dari-godaan-dunia-hingga-perangkap-daging-impor.html

Mahfud Mengaku Sedih Luthfi Hasan Ditangkap KPK

Ketua MK Mahfud MD:  Penangkapan ini jangan sampai lunturkan PKS sebagai partai bersih

Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD, mengaku sedih saat mengetahui kabar penangkapan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Luthfi Hasan Ishaaq, oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dia dicurigai terlibat kasus suap impor daging.

Bagi Mahfud, PKS adalah salah satu partai politik di Indonesia yang relatif bersih atau sedikitnya dikenal bersih dari korupsi. Namun, kabar penangkapan pucuk pimpinan partai itu seolah menghancurkan seluruh citra baik partai tersebut.

"PKS yang sampai hari kemarin masih dikenal sebagai partai putih --meski isunya sudah lama, tapi kita masih menganggapnya putih-- tapi ini langsung masuk ke jantungnya, langsung ketua umumnya," kata Mahfud kepada VIVAnews, Kamis sore, 31 Januari 2013.

Mahfud mengakui kredibilitas dan integritas KPK dalam pemberantasan korupsi. Penindakan-penindakan yang dilakukan lembaga itu selama ini hampir tidak pernah meleset. Sebab, begitu seseorang sudah ditetapkan sebagai tersangka, KPK pasti sudah menyiapak cukup bukti, bahkan berlebih.

"Saya berpikir: wah, berat juga kalau begini. Saya sedih mendengarnya," kata Mahfud lagi.

Penindakan yang dilakukan KPK kepada mantan Presiden PKS, menurut Mahfud, tidak dapat dianggap main-main. "Saya kenal orang KPK itu tidak main-main kalau menetapkan orang sebagai tersangka. Pasti buktinya sudah cukup. Sembilan puluh sembilan persen tidak bisa dibantah. Semakin dibantah, semakin dibuka semua, dan akan semakin malu," katanya.

Mantan politikus Partai Kebangkitan Bangsa itu mengakui organisasi PKS sangat rapi, kadernya disiplin tinggi, jauh dari kasus-kasus korupsi. Atas alasan itu pula Mahfud berniat mempromosikan PKS sebagai partai politik yang bersih dan berintegritas.

"Sebenarnya saya ingin berkampanye di luar negeri, 'Kami punya partai bagus.' Saya selalu mengatakan, PKS itu bagus, lho. Organisasinya bagus, pengikutnya selalu linear dengan pimpinannya, dan bersih; (hampir) tidak ada kasus korupsi.
Tiba-tiba ini langsung ketua umumnya yang kena," tutur Menteri Pertahanan di era pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid itu. (ren)

PKS: Fathanah Bukan Kader Partai, Bukan Aspri Luthfi Hasan

Ahmad Fathanah, orang yang mengaku dekat Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq dan tersangka korupsi sapi impor, saat ditangkap KPK, 29 Januari 2013


Jakarta - Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Refrizal, mengaku tidak kenal dengan Ahmad Fathanah, salah satu orang yang diamankan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan suap impor daging. Refrizal mengaku sudah menanyakan siapa Fathanah kepada Ketua Kelompok Fraksi PKS yang ada di Komisi IV DPR.

Berdasarkan keterangan dari kapoksi tersebut, kata Refrizal, memang ada seorang yang bernama Ahmad Fathanah yang kerap mendatangi Komisi IV dan mengaku orang dekat Luthfi Hasan Ishaaq. "Ujung-ujungnya nyari proyek," kata Refrizal di Gedung DPR, Kamis 31 Januari 2013.

Bahkan, kata Refrizal, selama dia mengenal Luthfi, tak ada seorang staf pun yang bernama Fathanah. Menurutnya, Fathanah bukan lah kader PKS, apalagi menjadi staf presiden PKS.


"Dia (Fathanah) bukan staf khusus atau asprinya Pak Luthfi, kalau staf khusus pasti kader PKS. Presiden PKS kok stafnya bukan kader PKS. Nggak akan terseleksi lah," ujar dia.

Untuk itu, Refrizal menjamin, tidak satupun orang PKS yang mengenal Fathanah. "PKS tidak mengenal orang itu, apalagi dengan perempuan yang katanya cantik, mahasiswi, muda lagi," kata dia.

Dalam kasus dugaan suap itu, KPK sudah menetapkan Fathanah sebagai tersangka. Selain itu, KPK juga menetapkan Presiden PKS Luthfi sebagai tersangka dalam kasus yang sama.

Sumber:  http://politik.news.viva.co.id/news/read/386741-pks--fathanah-bukan-kader-partai--bukan-aspri-luthfi-hasan

Bos PKS Tersangka, Tifatul Jelaskan di Twitter


Jakarta - Mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera Tifatul Sembiring memberikan penjelasan via Twitter mengenai sikap partainya atas penetapan Luthfi Hasan Ishaaq sebagai tersangka suap. Lewat akun @tifsembiring, Tifatul menjelaskan PKS menyiapkan bantuan hukum untuk Luthfi Hasan.

"Kami menghormati proses hukum yang tengah dilakukan KPK,” kata Tifatul melalui akun Twitter-nya, Kamis, 31 Januari 2013. Dia berharap proses tersebut berjalan dengan jujur, adil dan berdasarkan hukum yang berlaku. "Tidak terpengaruh tekanan politik dari siapa pun."

Tifatul juga meminta agar sebelum ada putusan hakim, asas praduga tak bersalah tetap dijunjung. Dia meminta seluruh kader PKS untuk tetap tenang dan komitmen memberantas korupsi tidak pernah lekang. “Jatuh-bangun dalam berjuang itu hal biasa,” kata dia.

Dia menjelaskan, menjelang Pemilu 2014, situasi politik akan memanas. Menurut dia, langkah dakwah PKS tidak akan berhenti. Menurut Menteri Komunikasi dan Informatika ini, ada risiko berjuang dengan idealisme. "Siapa berumah di tepi pantai, jangan takut dilamun ombak."

Dia meminta kader untuk tetap tenang dan berkomitmen memberantas korupsi. Tifatul juga meminta pimpinan dan qidayah PKS mengambil langkah yang diperlukan setelah terjadinya kasus ini.

Sebelumnya, KPK menetapkan Lutfhi sebagai tersangka suap kasus impor daging sapi senilai Rp 1 miliar. Komisi antirasuah sudah mendapatkan dua alat bukti yang cukup untuk menjerat anggota Dewan Perwakilan Rakyat sekaligus Presiden PKS itu.

Kasus bermula dari ditangkapnya AF (Ahmad Fathanah) di sebuah hotel di Jakarta. Saat penangkapan, ditemukan uang Rp 1 miliar yang diduga dari JE (diduga Juard Effendi) dan AAE (Arya Abdi Effendi), dua pengusaha PT IU (diduga Indoguna Utama).

[Sumber: WAYAN AGUS PURNOMO/tempo.co]

Ratusan Relawan PKS Siap Berangkat ke Gaza



REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG---Sebanyak 300 relawan dari unsur kepanduan Partai Keadilan Sejahtera Jawa Tengah menyatakan kesiapannya untuk diberangkatkan ke Jalur Gaza, Palestina, untuk melawan pasukan Israel.

Kesiapan tersebut dinyatakan ratusan relawan seusai menggelar apel siaga di sekitar bundaran bekas air mancur di Jalan Pahlawan Semarang, Rabu.

Ketua Bidang Kepanduan dan Olahraga DPW PKS Jateng Amir Darmanto mengatakan bahwa ratusan relawan yang menamakan Relawan Indonesia untuk Gaza ini siap diberangkatkan untuk membantu masyarakat dan pejuang Palestina.

"Para relawan yang telah memperoleh izin dari keluarga masing-masing ini telah ditempa secara fisik dan mental dalam berbagai medan serta memiliki keterampilan bela diri," katanya.

Menurut dia, ratusan relawan yang siap membantu langsung rakyat Palestina itu mempunyai berbagai keahlian yang mungkin diperlukan selama di Jalur Gaza.

"Keahlian tersebut di antaranya adalah tenaga medis, ahli bangunan, ahli mesin, juru dakwah, juru masak, dan sopir," katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Amir mendesak pemerintah Indonesia berperan aktif membantu masyarakat Palestina yang dijajah oleh Israel.

"Peran aktif tersebut jangan hanya retoris belaka, namun dengan terjun langsung membantu rakyat Palestina di medan perang seperti yang telah dilakukan pemerintah Mesir dan Turki," ujarnya.

Amir juga meminta pemerintah agar memfasilitasi para relawan yang bersedia membantu rakyat palestina secara langsung.

Meskipun belum mengetahui kepastian berangkat ke Jalur Gaza, Amir telah meminta ratusan relawan selalu siap siaga untuk dikirim ke medan perang.

Usai menggelar apel siaga, beberapa relawan terlihat menginjak-injak bendera Israel dan kemudian membakarnya.

Sumber: republika.co.id

Daftar Panjang Multitafsir Simbol Negara

Jakarta - Perdebatan panjang tentang apa yang dimaksud dengan bendera, bahasa, lambang negara dan lagu kebangsaan tidak kunjung berakhir. Padahal negara telah mengaturnya secara limitatif sejak 2 tahun lalu dalam UU 24 Tahun 2009.

Berikut daftar penggunaan simbol negara yang menuai kontroversi:

13 Juni 2008
Pemakaian lambang negara Burung Garuda di plat nomor mobil ditangkap Polres Jakarta Selatan. Pengemudi mobil Yaris Nomor Polisi B 2903 UK, diamankan polisi setelah menodongkan pistol ke pengendara sepeda motor.

29 November 2008
Pentolan Dewa 19, Ahmad Dhani dilaporkan ke Mabes Polri oleh Roy Suryo karena memasang bendera Merah Putih dipadu lambangnya Dewa 19 di video klip 'Perempuan Paling Cantik di Negeriku Indonesia'.

4 Juli 2009
Lagu Indonesia Raya dinyanyikan Rio Febrian dengan mengubah aransemen saat kampanye Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)-Boediono di Gelora Bung Karno (GBK), Senayan.

26 Januari 2010
Kaos berlabel Armani Exchange (A|X), salah satu label dari rumah mode Giorgio Armani, dengan desain gambar mirip lambang negara RI, Burung Garuda, telah membuat heboh situs mikroblogging, Twitter. Kaos dengan model 'Studded Eagle' ini dibanderol dengan harga US$ 29.00 atau sekitar Rp 272 ribu. Atas kejadian ini, Armani meminta maaf kepada publik.

14 Desember 2010
Praktisi hukum David Tobing menggugat PSSI cs karena lalai meloloskan pemakaian lambang negara Garuda Pancasila di dada kaos timnas Indonesia ke PN Jakpus. Gugatan masih berlangsung di PN Jakpus.

3 Januari 2011
Mendagri Gamawan Fauzi menegur Walikota Yogyakarta Herry Zudianto atas tindakannya mengibarkan bendera merah putih setengah tiang di rumah pribadinya. Mendagri kemudian menyurati Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X untuk membinanya.

24 April 2011
Saat milad PKS di Tasikmalaya, Jawa Barat, polisi menghentikan teaterikal yang pemainnya menginjak-injak kain berwarna merah putih. 10 Orang diperiksa di Mapolresta Tasikmalaya. (asp/nvt)

Sumber: http://www.detiknews.com

Pemda Jabar Akan Awasi Al-Zaytun

Jakarta - Gubernur Jawa Barat Achmad Heryawan menuturkan, Pemerintah Daerah Jawa Barat akan melakukan pengawasan khusus terhadap aktivitas Pondok Pesantren Al-Zaytun Indramayu yang diduga sebagai markas penyebaran Negara Islam Indonesia (NII).

"Ya. Kita akan rumuskan segala yang terkait dengan keamanan bersama Polda dan Pangdam. Kita lihat nanti akan ada pengawasan khusus," tutur Heryawan di Jakarta, Kamis (28/4/2011).

Menurut politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut, segala cara akan dilakukan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan penyebaran ideologi ekstrem. Namun, tidak sampai memantau isi ceramah dan khutbah.

"Saya kira tidak perlu (mengawasi isi ceramah). Udah bukan zamannya. Yang penting kita semua waspada. Hal-hal kekerasan di era orde baru tidak perlu lagi," tegasnya.

Bagi Heryawan, yang penting dilakukan untuk menjaga keamanan di daerahnya yaitu sikap tegas dari aparat keamanan baik TNI dan polisi. [mvi] [inilah.com]

Penjelasan Insiden Tasikmalaya

Klarifikasi DPD PKS Kota Tasikmalaya
Berkenaan Dengan Peristiwa Penginjakan Kain Berwarna Merah Putih Oleh Tim Performance Art Pada Acara Milad PKS KE-13 Se-Priangan Timur di GOR Sukapura, Dadaha Tasikmalaya
Hari Ahad,  Tanggal 24 April 2011

Kronologis Kejadian:

  1. Agenda acara Milad dibagi menjadi dua tempat yaitu indoor dan outdoor, indoor dilaksanakan di Gedung Olah Raga Sukapura Tasikmalaya sedangkan acara outdoor dilaksanakan di halaman depan Gedungnya.
  2. Acara outdor ini dimulai pada pukul 08.00 dengan menampilkan pagelaran rampak drum dilanjutkan dengan performance art.
  3. Pagelaran ini di lakukan oleh tim seni professional yang dibayar oleh panitia dan mereka adalah siswa dan siswi SMA Al-Muttaqin Kota Tasikmalaya (Group Bangsal Percussion)
  4. Berawal dari permintaan panitia -dalam hal ini penanggung jawab acara- yaitu Sdr. Wahyudin kepada Group Bangsal Percussion untuk mengisi acara performence art sebagai acara pendukung pada acara Milad PKS ke-13 Se-Priangan Timur.
  5. Untuk selanjutnya panitia (penanggung jawab acara) memberitahukan bahwa kegiatan ini bertema “Bekerja untuk Indonesia” dan dengan sub tema “Berjuta Cinta untuk Indonesia”.
  6. Kemudian mereka menawarkan rampak drum ditambah dengan tarian-tarian daerah yang menceritakan keanekaragaman budaya-budaya Indonesia.
  7. Mereka tidak menjelaskan secara detail acara tersebut ke penanggung jawab acara dan penanggung jawab acara disibukan dengan persiapan acara inti yang ada di indoor.
  8. Bahwa kesalahan koordinator bidang acara tidak melaksanakan kegiatan gladi resik secara detail sebagaimana lazimnya. Dan penanggung jawab acara mempercayakan sepenuhnya kepada tim performance art.
  9. Jalannya acara diawali dengan tabuh-tabuhan drum yang mengalunkan bunyi-bunyian berirama diselingi dengan pembacaan puisi. Setelah itu masuklah delapan orang penari perempuan dengan membawa kain berukuran 2 m x 6 m berwarna merah putih.
  10. Kemudian kain tersebut dibentangkan di atas kepala para penari dan mereka berkeliling yang akhirnya kain tersebut diletakkan di atas tanah dan menjadi alas untuk beberapa jenis tarian daerah.
  11. Sesaat setelah acara berlangsung Ust Heri Ahmadi (Ketua FPKS DPRD Kota Tasikmalaya) ditelepon oleh Kasat Intel Polresta Tasikmalaya untuk dimintai klarifikasi.
  12. Karena Ust Heri Ahmadi bukan panitia, beliau mengajak Ketua Panitia dan kebetulan hadir pula anggota DPR RI Bapak Kemal Azis Stamboel untuk menyikapi peristiwa tersebut.
  13. Keputusannya, bahwa penanggung jawab acara (Sdr. Wahyudin), koordinator tim performance art (Sdr. Tatang “Pahat” Sumpena) dan dua orang anggota timnya diperintahkan oleh Ketua DPD PKS Ust. Tono Wartono, Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Tasikmalaya Ust. Heri Ahmadi dan anggota DPR RI Bpk. Kemal Azis Stamboel untuk segera berkoordinasi dengan pihak Polresta Tasikmalaya.
  14. Setibanya di Polresta segera dilakukan proses penyidikan oleh pihak kepolisian dan Sdr. Wahyudin (Penanggung jawab acara) ditetapkan dengan status sebagai saksi. Proses pemeriksaan berlangsung dari jam 11.00 sampai jam 12.00 WIB.
  15. Penanggung jawab acara menjelaskan secara detail bahwa kejadian tersebut terjadi diluar kontrolnya dan menginformasikan bahwa tim Performance Art berasumsi kain berwarna merah putih yang berukuran 2 m x 6 m yang digunakan dalam acara tersebut dipahami bukan sebagai bendera.
  16. Asumsi itu dikuatkannya dengan alasan bahwa yang dimaksud dengan bendera kebangsaan mempunyai ukuran yang sudah baku berdasarkan Undang-Undang.

Upaya Yang Ditempuh Oleh DPD PKS Kota Tasikmalaya:

  1. Setelah seluruh rangkaian acara Milad selesai, pengurus DPD dan Fraksi secara bertanggung jawab segera mendatangi Mapolresta Tasikmalaya untuk meminta kejelasan.
  2. Karena Kapolresta sudah tidak ada di tempat, DPD dan Fraksi segera mendatangi kediaman sementaranya di Hotel Asri komplek Asia Plaza Tasikmalaya.
  3. Setelah dilakukan dialog dan dijelaskan secara singkat kronologis yang terjadi, Beliau memahami hal tersebut dan segera memerintahkan melalui HPnya kepada Kasat Reskrim untuk segera mempercepat proses penyidikan dan meminta agar sebelum maghrib semua anak-anak yang disidik segera dipulangkan.
  4. Untuk meminimalisir efek negatif pemberitaan media tentang kejadian tersebut, ketua DPD didampingi Wasekum Bidang Humas, anggota Bidang Acara dan anggota FPKS DPRD Kota Tasikmalaya yaitu Ust. Ade Ruhimat segera mendatangi kantor redaksi Kabar Priangan dan Radar Tasikmalaya untuk menjelaskan kronologis kejadian dan menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat melalui media tersebut agar masyarakat proporsional dalam menanggapi berita tersebut.

Tasikmalaya, 24 April 2011
DEWAN PENGURUS DAERAH
PARTAI KEADILAN SEJAHTERA
KOTA TASIKMALAYA

TONO WARTONOAGUS SETIAWAN
Ketua UmumSekretaris Umum

Yang memberikan keterangan:
WAHYUDIN (Koord. Bidang Acara Milad PKS Ke-13 Se-Priangan Timur)

Sumber: http://pk-sejahtera.org

Hidayat Tuding LSI Senang Rendahkan PKS

PKS Taktakan, Jakarta - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengkritik hasil survei Lembaga Survei Indonesia (LSI) yang menyebutkan PKS hanya mendapat suara sebesar 3,7 persen jika pemilu dilaksanakan saat ini.

Hasil survei LSI tersebut dinilai selalu merendahkan PKS. Mantan Presiden PKS Hidayat Nur Wahid, menyebutkan sejak dulu LSI memang selalu merendahkan PKS dengan prediksi perolehan suara yang rendah.

"Saya ingat betul saat saya menjadi Presiden PKS menjelang pemilu 2004, mereka (LSI) melaunching hasil survei terkait keterpilihan partai-partai dan selalu hasilnya suara PKS rendah," keluh Hidayat saat berbincang dengan INILAH.COM di ruang kerjanya, Selasa (21/2/2012).

Saat itu, kata Hidayat, suara PKS hanya diprediksi naik dari 1,3 persen pada Pemilu 1999 hanya menjadi 3 persen. "Tapi nyatanya PKS dapat lebih dari 7 persen," tegas Hidayat.

Menurut Hidayat, dengan bercermin dari pengalaman itu sebaiknya LSI juga berkaca agar tidak lagi salah dalam memprediksi dan selalu menganggap lembaga yang selalu benar.

Seperti diberitakan, LSI merilis hasil survei terkini dengan menempatkan PKS di urutan kedelapan dengan perolehan 3,7 persen. [mah][Sumber: inilah.com]

Top