ads

Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Anis Matta

Relawan PKS Sambangi Langsung Korban Banjir


Jakarta: Masih banyaknya korban banjir yang bertahan di rumah masing-masing, membuat Partai Keadilan Sejahtera berinisiatif mendatangi mereka dan memberikan bantuan secara langsung.

Seperti yang dilakukan Adi, kader PKS yang tinggal di bilangan Jagakarsa. Adi bersama kader PKS lainnya mendatangi warga di Jl. Tohir RT 03 RW 05 Lenteng Agung, Kecamatan Pasar Minggu, Jumat (18/1). Ia membagikan sarapan pagi kepada para korban banjir berupa bubur dan teh manis.

Menurut Adi, untuk mempermudah dan mempercepat pelayanan pada korban banjir, PKS mendirikan dapur umum. "Alhamdulillah PKS sudah mendirikan dapur umum. Ibu-ibunya memasak dan menyiapkan makanan untuk warga, sedangkan bapak-bapaknya mengantarkan langsung pada warga," terang Adi.

Selain memberi makanan, PKS juga mendatangi warga yang sedang sakit di rumah  mereka. Seperti yang dilakukan kader PKS bernama Sumi yang berkeliling bersama seorang dokter di lokasi banjir Kebayoran Baru. Umumnya, warga menderita gatal-gatal, batuk dan flu.

Menurut Ketua Bidang Lembaga Sosial PKS Jakarta Selatan Ir. Rahadi, PKS memang mengambil inisiatif untuk mendatangi warga, karena tidak seluruh daerah terdampak banjir tinggi, sehingga warga masih beraktifitas di rumah masing-masing. "Meski banjir di daerah mereka tidak dalam, bagaimana pun, mereka juga korban banjir yang perlu ditolong, sehingga tidak ada kecemburuan sosial di antara para korban banjir karena tidak menerima bantuan," jelasnya.

Sumber: [Andhini/wtr6/metrotvnews.com]

CITIZEN: Temu Anak Kader PKS


Sri Rahmi Pengurus DPW PKS Sulsel
Laporan: Sri Rahmi Pengurus DPW PKS Sulsel melaporkan dari Jakarta

Suasana Temu Qiyadah dan Buka Bersama dengan Anak Kader PKS dengan tema Saatnya Membangun Karakter Anak Indonesiaa Melalui Keteladanan Pemimpin Bangsa di Aula Gedung DPP PKS, Jakarta, Minggu (21/8), berlangsung semarak.

Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaq, LC, Ketua BKSAP, DR M Hidayat Nurwahid,MA tampil sebagai narasumber.

Sedikitnya 200-an anak pengurus DPP dan kader PKS dari berbagai dari di Indonesia diundang hadir. Peserta mulai dari siswa SD hingga SMA. Acara ini diinisiasi oleh Bidang Perempuan DPP PKS. Dalam dialog dengan Presiden PKS, beliau memotivasi anak-anak agar berani bercita-cita tinggi.
Anak-anak yang berani tampil berbicara diberi hadiah. Saat presiden bertanya "Siapa yang mau jadi Presiden RI?". Tiga anak mengacungkan tangan.

"Yang perempuan pun ditantang jadi Presiden. Harus ada yang siap jadi bankir, jadi polisi, jadi politisi, jadi presiden. Anak perempuan gak boleh kalah sama anak laki" kata Presiden PKS, Luthfi Hasan.
Anak-anak antusias menjawab pertanyaan-pertanyaan dari Presiden PKS.

Suasananya sangat cair dan  santai. Ini wujud kepedulian PKS kepada generasi muda. Wujud perhatian PKS dalam membangun generasi baru Indonesia. PKS membina mereka untuk dipersembahkan kepada Indonesia tercinta.

Anak-anak PKS pendidikannya minimal S-2. Ini kewajiban orang tua yang harus dipersiapkan sejak sekarang.

Jelang berbuka, acara ditutup dengan taushiyah dr DR Surahman, ketua Dewan Syariah Pusat. Motivasi juga diberikan oleh beliau dalam taushiyahnya. Intinya, semua qiyadah PKS memotivasi  anak kader agar berprestasi. Acara ditutup dengan doa oleh HNW. "Ya Allah jadikanlah kami penghuni syurga, jadikanlah kami anak-anak yang saleh. Jadikan kami kelak memimpin bangsa ini dengan kebajikan dan kebijakan". (sur) [tribunnews.com/21/8/2011]

Kader-Kader Manja

Duh kader-kader manja, maunya selalu mendapat, tapi enggan memberi.  Maunya diperhatikan, tapi tak mau memperhatikan. Maunya dihargai, tapi tak mau menghargai.

Duh kader-kader manja, merasa paling dibutuhkan dalam dakwah hingga tinggi hati menyerang niat nan suci. Merasa paling berkontribusi tapi lupa diri, bahwa yang diperbuatnya tak begitu berarti.

Duh kader-kader manja, masalah pribadi jadi masalah lembaga. Harusnya fokus memikirkan umat, tapi sibuk mengungkit masalah internal yang dibuat buat. Kapan kita geraknya sobat?

Duh Kader-kader manja, selalu enggan datang rapat, kalaupun datang pasti bilangnya “afwan telat”

Duh kader-kader manja, inginnya selalu instan. Ingin dapet jabatan. Ingin terlihat mapan. Kalau tidak berhasil jadinya menjauh dari perkumpulan. Barisan patah hati pun jadi bermunculan.

Duh kader-kader manja, ingin ini ingin itu tapi tak mau bergerak. Hanya bisa berteriak-teriak, duh sampe suaranya serak, tak banyak manfaat.

Duh kader-kader manja, senangnya mengkritisi tapi tak memberi solusi, panjang lebar berdiskusi tapi tak ada aksi.

Duh kader-kader manja, ternyata usia tak selalu berbanding lurus dengan kedewasaan. Bersikap seperti anak-anak padahal beban dakwah semakin banyak. Umat ini sedang butuh kontribusimu, jangan kau tambah lagi masalah umat dengan kemanjaanmu. Ingat, Komitmen kita di jalan dakwah ini akan Allah bayar, jauh lebih mahal dari materi yang selama ini kita kejar. Jadi jangan beralasan meninggalkannya hanya karena disibukkan dengan permasalahan-permasalahan pribadi. Syurga itu amat mahal takkan dapat dicapai dengan upaya seadanya saja. Buanglah sifat manja, buktikan bahwa kita kader-kader dakwah yang siap bekerja untuk umat dan bangsa. [dakwatuna.com 2/8/2011]. 


-----------------------------------------------------------------


Puisi & Syair
Oleh: Jupri Supriadi
Lahir pada tanggal 14 Februari 1990 disebuah desa di Kabupaten Bogor, tepatnya di kawasan Parung.
Saat ini sedang merantau untuk melanjutkan studinya di Universitas Gadjah Mada dan berdomisili di asrama Lembaga Pendidikan Insani (LPI) Yogyakarta. Sebelumnya menetap selama 3 tahun di Asrama MAN Insan Cendekia Serpong dan menjadi salah satu santri di sekolah tersebut.





Mensos : Jangan Legalkan Ganja Di Indonesia

Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri
KBRN, Batam :  Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri, tidak sepakat dengan adanya legalisasi ganja karena dikhawatirkan akan disalahgunakan.

Hal itu dikemukakan Salim Segaf Al Jufri di sela kegiatan Rakornas Penanggulangan Kemiskinan diBatam, hari ini Sabtu (14/5).

"Ganja merupakan salah satu  barang yang dilarang dalam undang -ndang,  namun  ganja  menjadi suatu pengecualian jika dipakai untuk pengobatan”, ujar Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri.

Sementara jika disalahgunakan penggunaannya akan membahayakan kesehatan. Karena itu Menteri Sosial, Salim Segaf Al Jufri menyatakan ketidak sepakatannya dengan adanya organisasi yang melegalkan ganja tersebut.

Hal itu dikemukakan Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri di Batam hari ini. Dikatakannya, apabila dilegalkan ganja tersebut  dikhawatirkan disalahguna oleh kelompok-kelompok tertentu sehingga nantinya akan berdampak sosial.

Dikatakannya saat ini baru Belanda yang melegalkan ganja tersebut, sedangkan Indonesia sebagai negara hukum tentunya ada aturan aturan yang diberlakukan terhadap barang-barang yang dianggap haram.

Menurut Salim Segaf Al Jufri, selama ini kementeriannya telah banyak merehabilitasi korban-korban Napza atau zat adiktif seperti ganja, dan narkoba.

Untuk itu ia menilai dengan sekelompok organisasi yang meminta ganja untuk dilegalkan secara pribadi itu sudah melanggar aturan yang ditetapkan di Indonesia. (Ria S/Luber/WDA) [Sumber: http://www.rri.co.id]

Top